Sabtu, 12 November 2011

Marketing "no budget" ala street smart

Masalah utama yang umum ditemui pebisnis dalam menjalankan usahanya adalah kurangnya penjualan.

Adakah kira-kira pemecahan yang tidak membutuhkan biaya besar bahkan tidak berbiaya sama sekali? Yang tidak perlu mengikuti filosofi sukses berbisnis yakni be the first, be the best dan be different? Ada lho ternyata, saya ceritakan dalam kisah nyata yang saya alami sendiri ya.

Pak Firman, merupakan orang yang ke-ratusan juta atau bahkan mungkin ke-semilyar yang membuat usaha bubur ayam. Jenis usaha yang sangat common dan cara menjajakan yang juga sama common nya dengan usaha bubur ayam yang lain. Beliau ini jualan di Jl. PHH Mustofa bersebelahan dengan Surapati Core (Sucore) Bandung. Pesaing terdekat bubur ayam Pak Firman adalah pedagang bubur ayam lain yang hanya berjarak 100 meter dari gerobaknya. Oh ya, Pak Firman baru memulai usaha ini 2 bulan sebelum lebaran Idul Fitri kemarin. Sementara pesaing terdekatnya jauh lebih lama dari itu. Sangat logis jika pesaing terdekat Pak Firman pelanggannya lebih banyak, karna lebih dulu eksis dan dikenal masyarakat disana. Tapi yang justru terjadi adalah usahanya lebih laris manis dibanding pesaiang terdahulu bahkan sedari awal ia memulai. Padahal rasa bubur ayam keduanya tidaklah jauh berbeda. Harga pun hampir sama.

Ini dia kunci sukses pak Firman. Ia selalu menyambut calon pelanggannya dengan senyuman lebar tulus dan obrolan PDKT yang mengalir hangat. Bukan sekedar basa-basi yang basi. Dari awal pertemuan kami sudah bisa cerita macam-macam dan ketawa-ketiwi bersama. Ia kenal semua pelanggannya. Waw hebat. Bahkan beliau sangat senang memperkenalkan antara satu pelanggan dengan pelanggan yang lain. Saya dikenalkan dengan orang yang ternyata deket rumah dan sama-sama baru punya anak. Bertambah teman deh..Beliau juga sering terlihat ikut mengobrol dengan para pelanggan. Saya yang sangat senang dengan keramahtamahan beliau, obrolan beliau yang bukan sekedar basa-basi yang basi, membuat saya menjadi loyal tidak peduli harus membayar berapa untuk semangkok bubur ayam buatannya.

Saat saya bertanya: "Kenapa pak, jualan bubur?". Jawabannya sangatlah sederhana: "Ya, karna saya seneng banget makan bubur ayam." sambil tersenyum girang. Ia senang dengan apa yang ia jalani. Ia mengejawantahkannya dalam perilaku yang menyenangkan pelanggannya secara langsung. Ia bahkan rela berlari-lari girang seperti anak-anak mengantarkan sendiri pesanan bubur ayam ke pelanggan yang menunggu di mobil-mobil mereka, tidak ketinggalan dengan ketawa ramahnya. Sekarang dagangan beliau jadi cepat habis dan diburu. Makin pagi datang makin baik kalau tidak mau kehabisan. Pelanggannya sekarang banyak yang bermobil padahal tempatnya tidak menggunakan sejenis kanopi (atap) gitu, alias kalau panas ya panas. Hebat.

Mudah ya, so simple, so easy. Pak Firman meningkatkan sales produknya tanpa uang dengan hasil yang luar biasa. Saya jadi berkaca pada diri sendiri, pada bisnis sendiri. Yang diisi oleh SDM yang pendidikannya lebih baik tapi cepat puas dengan pelayanan rata-rata yang diberikan. Thanks Pak Firman for the inspiration :).

Kamis, 06 Oktober 2011

5 Alasan Kenapa Harus Baca "The Science Of LUCK" Bong Chandra

Selamat PAGIIIIII,

Ini blog pertama saya dan langkah kecil untuk mensharing ide-ide kepada banyak orang.

Beberapa waktu lalu saya baru ingat sudah agak lama tidak membeli buku. Kemarin ada buku yang sedang dicari oleh istri, oleh karena itu saya keliling BCC, Togamas, Gramed, Rumah Buku, dan Gunung Agung tapi buku yang dicari tidak ketemu.

Akhirnya saya beli 2 buku untuk anak dan 2 buku untuk saya. Buku yang dibeli adalah "The Science of LUCK" dibuat oleh Bong Chandra dan "10 jurus Terlarang" dari mas Ippho. Buku yang pertama saya baca adalah punya Bong Chandra. Buku ini sudah beberapa waktu lalu saya tau cuman belum punya niat untuk membeli sampai kemarin. And you know what buku ini selesai saya baca dalam 1 malam. Mantappp.

Nah bagi anda yang tidak tertarik buku ini atau merasa sudah tau isinya,anda sama dengan saya sampai 2 hari yang lalu. Ternyata saya tidak menyesal membeli buku ini karena beberapa hal. Saya sampaikan 5 Alasan kenapa anda harus baca buku ini:

1. Perlunya merusak Pola hidup anda untuk berhasil. Bong Chandra menjelaskan bahwa Pola hidup membuat kita sering terjerumus, dan Guess what kebanyakan kita tidak menyadarinya. Kalaupun sadar kita tidak tahu cara memperbaikinya. Nah yang ditulis benar sekali saya rasakan caranya mudah.Yaitu RUSAK Pola Hidup anda. Loh koq dirusak? jangan salah tafsir dulu, penjelasan lebih detailnya disampaikan sehingga tidak salah paham. Anda merasa hidup anda seperti pasir hidup yang terus menghisap seluruh tenaga hidup anda?

2. Tanda-tanda Luck itu ada dan jelas. Mungkin anda tahu yang namanya keberuntungan itu tidak ada, tapi susah sekali ya menemukannya. Disini dijelaskan yang namanya Luck itu sudah mengintai anda setiap anda. Tapi anda yang sering mengacuhkannya. Padahal tanda-tandanya jelas.

3. Pengalaman adalah guru terbaik. Disini Bong Chandra menjelaskan semuanya diiringi pengalaman hidup beliau yang nyata. Kalau anda masih ragu untuk bertindak TER-LA-LU.

4. Secara natural akan membangkitkan gairah anda. Saya membaca buku ini dan merasakan dengan sendirinya ada semangat baru yang membara untuk lebih baik lagi dari kemarin-kemarin. Dengan belajar maka kita menambah energi yang luar biasa.

5. Jika anda merasa sedang banyak halangan, disini banyak tips yang membuat anda berpikir.."Wah simple yah....."

Nah itulah hal yang bagus dalam buku ini. Tentu baca saja akan memberikan efek yang sedikit, berikutnya anda HARUS menjalankannya agar dapat manfaatnya. Walaupun hanya sedikit.

Saya tutup seperti kata Bong Chandra "WOW" Mantap buku nya...I see u at the top Bong Chandra. Terima kasih bukunya.

Berikutnya mari kita berguru pada buku mas Ippho"right"